Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Andie Dinialdie & Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang , Mengikuti Pelatihan Penguatan Anti Korupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) Tahun 2026

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Andie Dinialdie & Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang , Mengikuti Pelatihan Penguatan Anti Korupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) Tahun 2026

JAKARTA Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Andie Dinialdie & Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang , Mengikuti Pelatihan Penguatan Anti Korupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) Tahun 2026 yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis 11 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya KPK dalam memperkuat budaya antikorupsi di kalangan penyelenggara negara. Menariknya, pelatihan ini juga melibatkan para istri pejabat yang tergabung dalam IKATRI sebagai bentuk penguatan integritas dari lingkungan keluarga.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai strategi pencegahan korupsi, pengelolaan konflik kepentingan, serta pentingnya penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, baik dalam menjalankan tugas pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie mengatakan, pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat komitmen dalam membangun pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Sumatera Selatan.

“Pelatihan PAKU Integritas ini menjadi pengingat sekaligus vitamin moral yang sangat penting bagi kita semua sebagai penyelenggara negara. Korupsi adalah musuh bersama yang merusak sendi-sendi pembangunan. Kami di DPRD Sumsel berkomitmen penuh untuk menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran secara transparan dan akuntabel,” ujar Andie.

Ia menilai, upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibangun dari kesadaran moral setiap individu serta dukungan keluarga sebagai lingkungan terdekat.

Andie juga memberikan apresiasi kepada KPK karena melibatkan para pendamping atau istri pejabat dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, keluarga memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kejujuran dan integritas seorang penyelenggara negara.

“Sangat luar biasa karena KPK juga melibatkan IKATRI. Peran istri di rumah sangat besar dalam mengingatkan kita untuk selalu menjaga amanah rakyat dan memastikan apa yang dibawa pulang ke rumah adalah rezeki yang halal dan berkah. Sinergi antara integritas di kantor dan di rumah inilah yang akan menjadi benteng kokoh dalam pencegahan korupsi di Sumatera Selatan,” katanya.

Melalui keikutsertaan dalam Program PAKU Integritas 2026, diharapkan semangat antikorupsi semakin mengakar di lingkungan pemerintahan, sehingga tata kelola pemerintahan di Provinsi Sumatera Selatan dapat terus berjalan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Tentang Penulis

Ilham

Ilham

Jurnalis